Ramadhan
28 Februari 2026 (14:06)

Hal yang mengurangi pahala puasa ramadhan

TB

Penulis

Tim Berkhutbah

Estimasi

~7-10 Menit

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

KHUTBAH I

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْأَعْلَى، خَلَقَ فَسَوَّى، وَقَدَّرَ فَهَدَى، وَأَخْرَجَ الْمَرْعَى، فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى. نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمٍ لَا تُحْصَى، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، وَطَاعَتِهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: > يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa adalah bekal terbaik menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan di mana pahala dilipatgandakan, pintu surga dibuka lebar, dan pintu neraka ditutup rapat. Kita bersyukur telah dipertemukan kembali dengan bulan yang mulia ini. Namun, perlu kita sadari bersama bahwa ibadah puasa kita tidak hanya diukur dari sekedar menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ada hakikat dan ruh puasa yang harus kita jaga, yaitu ketakwaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh terhadap ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Hadits yang mulia ini memberikan peringatan yang sangat keras. Puasa kita bisa menjadi sia-sia, tidak bernilai di sisi Allah, jika kita masih membiarkan lisan kita berkata dusta, menggunjing, mengadu domba, atau berkata kotor. Inilah hal pertama yang dapat mengurangi, bahkan menghilangkan pahala puasa: tidak menjaga lisan.

Lisan adalah anggota badan yang kecil, namun dampaknya sangat besar. Di bulan Ramadhan, kita dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, dan lisan adalah salah satu nafsu yang paling sulit dikendalikan. Berapa banyak pertengkaran, perselisihan, dan sakit hati yang bermula dari lisan yang tidak terjaga? Puasa seharusnya menjadikan kita lebih sabar, lebih lembut, dan lebih berhati-hati dalam berkata-kata.

Hal kedua yang dapat mengurangi pahala puasa adalah melakukan perbuatan maksiat dengan anggota badan lainnya. Mata yang masih liar melihat hal-hal yang diharamkan, telinga yang masih mendengarkan ghibah dan lagu-lagu yang melalaikan, tangan yang masih mengambil hak orang lain atau berbuat zalim, kaki yang masih melangkah ke tempat-tempat maksiat. Semua ini bertentangan dengan spirit puasa. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar.” (QS. An-Nur: 21)

Puasa adalah perisai. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai. Maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah ia berkata kotor dan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau memeranginya, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perhatikanlah, hadits ini mengajarkan kita untuk menggunakan puasa sebagai tameng, bukan sebagai alasan untuk marah, tetapi justru sebagai pengingat untuk menahan diri. Jika ada yang mencaci, ingatlah bahwa kita sedang berpuasa, maka kita harus menahan emosi dan membalas dengan kebaikan atau diam. Inilah puasa yang sesungguhnya.

Hal ketiga yang dapat mengurangi pahala puasa adalah niat yang tidak ikhlas. Puasa yang dilakukan karena ingin dipuji orang (riya’), atau sekadar mengikuti tradisi, tanpa mengharap wajah Allah, maka ia akan kehilangan ruhnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits qudsi:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Setiap amalan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Bukhari)

Keikhlasan adalah ruh dari setiap ibadah. Jagalah niat kita, perbaharui di setiap saat, bahwa puasa ini semata-mata karena Allah, untuk meraih takwa dan ampunan-Nya.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Marilah kita evaluasi puasa kita. Apakah kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga, atau kita benar-benar meraih ketakwaan? Jangan sampai kita termasuk orang yang disebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa, bagiannya dari puasanya hanyalah lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, hasan)

Maka, mari kita jaga puasa kita dari hal-hal yang merusak dan mengurangi pahalanya. Kita jaga lisan, kita kendalikan pandangan dan pendengaran, kita tahan tangan dari berbuat zalim, dan kita ikhlaskan niat hanya untuk Allah Ta’ala.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH II

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِهِمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَوَاصِيهِمْ إِلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً، وَارْزُقْ أَهْلَهَا مِنْ فَضْلِكَ رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا وَاسِعًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللَّهِ: > إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

وَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Menu Aksi

Generate PDF

Butuh referensi lain?

Lihat Arsip Khutbah