Ramadhan
23 Februari 2026 (19:50)

Keutamaan 10 Hari di Awal Bulan Ramadhan

TB

Penulis

Tim Berkhutbah

Estimasi

~7-10 Menit

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

KHUTBAH I

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. Takwa adalah bekal terbaik, perisai yang melindungi, dan jalan menuju kemuliaan di dunia dan akhirat.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Kita telah memasuki bulan yang penuh berkah, bulan Ramadhan. Sebuah madrasah ruhani yang Allah sediakan untuk kita. Bagi para akademisi, bulan ini adalah laboratorium agung untuk menguji dan meningkatkan kualitas keimanan, sekaligus momentum untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah dalam setiap ilmu yang kita pelajari. Pada khutbah kali ini, kita akan menyelami satu keistimewaan khusus dalam bulan ini, yaitu keutamaan sepuluh hari pertama Ramadhan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah memberikan gambaran yang indah tentang fase-fase dalam Ramadhan. Beliau bersabda:

أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ 

“Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.” (Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah, dishahihkan Al-Albani).

Sepuluh hari pertama adalah fase “Rahmah” (رَحْمَةٌ). Rahmat Allah yang melimpah turun, pintu-pintu langit dibuka lebar, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup. Ini adalah kesempatan emas untuk mengejar pahala dan mendekat kepada Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Bagi seorang akademisi, konsep “rahmat” ini bisa kita renungkan lebih dalam. Rahmat Allah dalam ilmu adalah pemahaman yang benar (al-fahm), kemudahan dalam menelaah (al-yusr), dan ketepatan dalam mengambil kesimpulan (as-sawab). Di sepuluh hari pertama ini, kita memohon agar Allah membukakan rahmat-Nya dalam setiap ilmu yang kita tekuni, sehingga ilmu itu membawa kita semakin dekat kepada-Nya, bukan menjauhkan.

Keutamaan lain dari hari-hari awal Ramadhan adalah semangat yang masih menggebu. Ini adalah modal berharga. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabat sangat bersemangat dalam beribadah di bulan ini. Mari kita jadikan momentum awal ini untuk membangun kebiasaan (habit) ibadah yang kuat: tilawah yang konsisten, shalat malam yang khusyuk, sedekah yang tulus, dan menahan diri dari segala hal yang sia-sia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ 

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran: 133).

Ayat ini memerintahkan untuk “bersegera”. Sepuluh hari pertama adalah waktu yang tepat untuk menerapkan “as-suru’” (bersegera) dalam kebaikan. Jangan menunda-nunda tilawah, jangan menunda qiyamul lail, jangan menunda sedekah. Seorang penuntut ilmu paham betul bahwa keberhasilan seringkali ditentukan oleh konsistensi di awal.

Oleh karena itu, jamaah yang budiman, mari kita manfaatkan betul sepuluh hari pertama ini. Isi dengan:

  1. Target Tilawah yang jelas dan terukur.
  2. Memperbanyak Doa, karena doa orang yang berpuasa mustajab.
  3. Memperbanyak Sedekah, karena Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan lebih lagi di bulan Ramadhan.
  4. Menjaga Lisan dan Pandangan dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa.

Marilah kita tutup khutbah pertama ini dengan firman Allah:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 71).

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH II

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدُّعَاءِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِهِمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَوَاصِيهِمْ لِلْبِرِّ وَالتَّقْوَى. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. وَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Menu Aksi

Generate PDF

Butuh referensi lain?

Lihat Arsip Khutbah