Sya'ban
18 Februari 2026 (12:48)

Menyambut Ramadhan Dengan Gembira

TB

Penulis

Tim Berkhutbah

Estimasi

~7-10 Menit

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

NASKAH KHUTBAH JUMAT: MENYAMBUT RAMADHAN DENGAN GEMBIRA

KHUTBAH I

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. Takwa yang menghiasi hati, terpancar dalam ucapan, dan terbukti dalam amal perbuatan. Takwa adalah bekal terbaik menuju kehidupan yang kekal di akhirat kelak.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Tidak terasa, kita telah berada di penghujung bulan Sya’ban. Sebentar lagi, kita akan memasuki bulan yang penuh berkah, bulan yang dinanti-nanti oleh setiap jiwa yang beriman. Bulan Ramadhan. Bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, bulan yang memiliki malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan di mana pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar, pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu.

Menyambut tamu agung ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan kepada kita untuk menyambutnya dengan perasaan gembira dan sukacita. Bukan dengan keluh kesah, bukan dengan rasa berat, apalagi dengan menganggapnya sebagai beban.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ... وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ بِفِطْرِهِ، وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ» 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya... Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: ketika ia berbuka ia bergembira dengan bukanya, dan ketika ia bertemu Rabbnya ia bergembira dengan puasanya.’” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Perhatikanlah, hadirin yang mulia. Rasulullah menyebutkan bahwa orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan. Ini adalah isyarat bahwa ibadah Ramadhan harus disambut dan dijalani dengan hati yang gembira, penuh harap akan pahala dan ampunan Allah.

Lalu, bagaimana bentuk kegembiraan menyambut Ramadhan itu?

Pertama, kegembiraan dengan mempersiapkan ilmu. Kita bergembira karena akan memasuki madrasah ilahiyah, sekolah dari Allah. Untuk itu, kita harus mempersiapkan ilmu tentang puasa, tentang shalat Tarawih, tentang zakat fitrah, tentang tadarus Al-Qur’an, dan tentang seluruh amalan sunnah di dalamnya. Tanpa ilmu, ibadah kita bisa sia-sia.

Kedua, kegembiraan dengan mempersiapkan fisik dan mental. Kita bergembira dengan mulai membiasakan bangun malam untuk Qiyamul Lail, mengatur pola makan yang sehat, dan mengurangi hal-hal yang sia-sia. Kita sambut Ramadhan dengan tubuh yang sehat dan jiwa yang bersemangat, bukan dengan tubuh yang lemah karena begadang untuk hal yang tidak bermanfaat.

Ketiga, kegembiraan dengan mempersiapkan hati. Kita bersihkan hati dari dendam, hasad, iri, dan penyakit-penyakit hati lainnya. Kita isi dengan cinta, kasih sayang, dan keinginan kuat untuk bertaubat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ 

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, serta perbuatan bodoh (sia-sia), maka Allah tidak butuh terhadap ia meninggalkan makan dan minumnya (puasanya).” (HR. Al-Bukhari)

Keempat, kegembiraan dengan mempersiapkan amal sosial. Ramadhan adalah bulan solidaritas. Kita bergembira dengan menyiapkan sebagian harta untuk sedekah, untuk membantu fakir miskin agar mereka juga bisa berpuasa dengan tenang, dan untuk berbagi hidangan berbuka. Inilah bulan di mana pahala sedekah dilipatgandakan.

Hadirin jamaah Jumat,

Mari kita sambut Ramadhan dengan gembira, karena ia adalah bulan pengampunan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kita bergembira karena dosa-dosa kita akan diampuni. Kita bergembira karena kita diberi kesempatan untuk meraih gelar ‘muttaqin’ (orang-orang yang bertakwa) setelah sebulan penuh berlatih. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Marilah kita tutup khutbah pertama ini dengan firman Allah:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ “Dan 

bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran: 133)

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH II

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ، وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ عَلَى الْهُدَى. اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، وَأَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَقِيَامِهِ، وَتَقَبَّلْهُ مِنَّا، إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَ

Menu Aksi

Generate PDF

Butuh referensi lain?

Lihat Arsip Khutbah