KHUTBAH I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْأَيَّامَ وَالشُّهُوْرَ مَوَاقِيْتَ لِعِبَادِهِ، وَأَمَرَنَا بِاسْتِغْلَالِهَا بِالطَّاعَاتِ وَالْأَعْمَالِ الصَّالِحَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً نَرْجُوْ بِهَا الْفَوْزَ يَوْمَ الْحِسَابِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الَّذِيْ بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: > يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat.
Saat ini kita berada di penghujung bulan Dzulhijjah, dan sebentar lagi kita akan memasuki bulan Muharram, yang menandai Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah. Momentum pergantian tahun ini bukanlah sekadar perayaan seremonial, melainkan sebuah kesempatan emas bagi kita untuk melakukan muhasabah (introspeksi) dan meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (yang dimuliakan). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)
Para ulama menjelaskan bahwa empat bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Bulan Muharram termasuk di dalamnya. Ini adalah bulan yang sangat agung, di mana amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan dosa pun menjadi lebih berat. Oleh karena itu, menyambut Tahun Baru Islam hendaknya kita isi dengan memperbanyak ibadah, bukan dengan hura-hura atau perbuatan yang sia-sia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan keutamaan memperbanyak puasa sunnah di bulan Muharram, terutama puasa ‘Asyura (tanggal 10 Muharram) dan sebaiknya ditambah dengan puasa Tasu’a (tanggal 9 Muharram) untuk menyelisihi kaum Yahudi. Ini adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan.
Selain puasa, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan lain seperti:
- Memperbanyak taubat dan istighfar, karena awal tahun adalah waktu yang tepat untuk membersihkan diri dari dosa-dosa tahun lalu.
- Memperbanyak sedekah, karena sedekah dapat menghapus dosa dan melipatgandakan rezeki.
- Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan dzikir, agar hati kita senantiasa terikat dengan Allah.
- Mempererat silaturahmi, dengan saling memaafkan dan mendoakan kebaikan sesama muslim.
Janganlah kita termasuk orang yang lalai, yang menyambut tahun baru dengan perbuatan maksiat atau bahkan mengikuti tradisi yang tidak ada tuntunannya dalam Islam. Ingatlah, waktu terus berjalan dan usia kita semakin berkurang. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali. Maka, isilah dengan hal-hal yang bermanfaat untuk akhirat kita.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa tujuan hidup kita adalah ibadah. Maka, momentum Tahun Baru Islam ini hendaknya kita jadikan sebagai titik tolak untuk lebih giat beribadah, lebih dekat kepada Allah, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita kekuatan dan keistiqamahan untuk mengisi tahun baru ini dengan amal-amal shalih. Amin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الْعَامَ عَامَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ عَلَى الْأُمَّةِ الْإِسْلَامِيَّةِ، وَارْزُقْنَا فِيْهِ الْإِخْلَاصَ وَالْقَبُوْلَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ