Ramadhan
09 Maret 2026 (23:18)

Perbanyak Istighfar di 10 hari terakhir bulan ramadhan

TB

Penulis

Tim Berkhutbah

Estimasi

~7-10 Menit

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

KHUTBAH I

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَطَاعَتِهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Takwa yang sejati adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, baik dalam keadaan sendiri maupun ramai, dalam suka maupun duka. Hanya dengan takwalah kita akan meraih kemuliaan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Kita saat ini tengah berada di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Malam-malam yang penuh berkah, malam-malam yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadr. Pada momen yang agung ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita satu amalan yang sangat utama, yaitu memperbanyak istighfar.

Istighfar bukan sekadar ucapan lisan, "Astaghfirullah". Ia adalah pengakuan akan kelemahan dan dosa kita sebagai hamba, sekaligus pengakuan akan kemahakuasaan Allah sebagai Dzat Yang Maha Pengampun. Di saat-saat akhir Ramadhan ini, kita diajak untuk melakukan muhasabah, introspeksi diri. Sudah sejauh mana puasa kita meningkatkan ketakwaan? Sudah seberapa banyak amal kebaikan kita? Dan tentu, sudah seberapa banyak dosa dan khilaf yang kita lakukan, baik yang disengaja maupun tidak?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa’: 110)

Ayat ini memberikan jaminan yang sangat menghibur. Betapapun besar dosa kita, selama pintu taubat dan istighfar masih terbuka, selama nafas masih berhembus, maka pintu rahmat Allah juga terbuka lebar. Istighfar adalah kunci untuk membuka pintu rahmat dan ampunan-Nya, terlebih di bulan yang penuh rahmat ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, meskipun telah dijamin diampuni semua dosanya yang telah lalu dan yang akan datang, tetap saja beliau sangat banyak beristighfar. Dalam sebuah hadits shahih, beliau bersabda:

وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

"Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali." (HR. Al-Bukhari)

Bayangkan, Nabi yang ma’shum (terjaga dari dosa) saja beristighfar puluhan kali dalam sehari. Lalu bagaimana dengan kita yang setiap hari tak luput dari salah, lalai, dan dosa? Tidakkah kita seharusnya lebih banyak lagi memohon ampun?

Jamaah yang budiman,

Di sepuluh malam terakhir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh), menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya. Salah satu bentuk kesungguhan itu adalah dengan memperbanyak doa dan istighfar. Istighfar pada hakikatnya adalah sebuah doa. Ia adalah permohonan agar Allah menutupi aib kita, mengampuni kesalahan kita, dan melindungi kita dari akibat buruk dosa-dosa tersebut.

Istighfar juga memiliki keutamaan yang sangat besar. Ia bukan hanya menghapus dosa, tetapi juga mendatangkan rezeki, keturunan, hujan, kekuatan, dan kebahagiaan. Allah berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

"Maka aku katakan (kepada mereka), 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.'" (QS. Nuh: 10-12)

Oleh karena itu, di sisa Ramadhan yang berharga ini, marilah kita perbanyak istighfar. Ucapkanlah dengan lisan, hayati dengan hati, dan ikuti dengan perbuatan. Istighfar yang sejati harus dibarengi dengan penyesalan (nadam), meninggalkan dosa tersebut (iqla’), dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya (‘azm). Jangan biarkan Ramadhan kita berlalu begitu saja, sementara kita belum benar-benar memohon ampunan-Nya dengan sepenuh hati.

Marilah kita tutup khutbah pertama ini dengan firman Allah:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali ‘Imran: 133)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH II

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِهِمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَوَاصِيهِمْ إِلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً، وَارْزُقْ أَهْلَهَا مِنْ ثِمَارِهِ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Menu Aksi

Generate PDF

Butuh referensi lain?

Lihat Arsip Khutbah