Kultum Ramadhan
15 Februari 2026 (13:12)

Ramadhan dan Doa-doa yang Mustajab

TB

Penulis

Tim Berkhutbah

Estimasi

~7-10 Menit

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

KULTUM RAMADHAN
Ramadhan dan Doa-doa yang Mustajab

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي فَتَحَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ أَبْوَابَ الرَّحْمَةِ، وَوَعَدَ فِيهِ بِإِجَابَةِ الدُّعَاءِ، وَجَعَلَهُ مَوْسِمًا لِرَفْعِ الْأَيْدِي وَخُضُوْعِ الْقُلُوْبِ بَيْنَ يَدَيْهِ. نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ.
شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ الدُّعَاءِ، فِيهِ تَقْتَرِبُ الْقُلُوْبُ مِنَ السَّمَاءِ، وَتُسْمَعُ أَنَّاتُ الْعِبَادِ، وَيَرْجُوْ الْمُؤْمِنُ فِيهِ إِجَابَةَ رَبِّ الْعِبَادِ.
…أَمَّا بَعْدُ

Jamaah yang dirahmati Allah,
Ramadhan bukan hanya bulan puasa, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah bulan doa, bulan ketika seorang hamba paling dekat dengan Rabb-nya.

Allah ﷻ secara khusus menyebut doa di tengah-tengah ayat puasa:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيْبٌ ۖ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sungguh Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 186)

Ayat ini seolah ingin menenangkan hati kita:
Allah dekat, bukan jauh.
Allah mendengar, bukan lalai.
Allah menjawab, bukan mengabaikan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.”
(HR. Tirmidzi)

Perhatikan jamaah sekalian, doa orang berpuasa disebut pertama. Ini menunjukkan betapa mulianya doa di bulan Ramadhan.
Namun sering kali kita berpuasa, tapi lupa berdoa.
Kita sibuk menunggu adzan maghrib, sibuk dengan hidangan, tetapi lupa mengangkat tangan dan bermunajat.

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika berbuka terdapat doa yang tidak akan ditolak.”
(HR. Ibnu Mājah)

Ramadhan juga mengajarkan kita doa dengan hati yang bersih. Puasa melemahkan hawa nafsu, melembutkan hati, dan menjadikan doa lebih ikhlas.
Allah ﷻ berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً

“Berdoalah kepada Rabb kalian dengan penuh kerendahan hati dan suara yang lembut.”
(QS. Al-A‘rāf: 55)

Bukan kerasnya suara yang membuat doa dikabulkan, tetapi tunduknya hati.
Bukan panjangnya lafaz, tetapi kejujuran air mata.

Jamaah yang dimuliakan Allah,
Jika doa kita belum terkabul, jangan buru-buru berprasangka buruk kepada Allah. Bisa jadi Allah:
Menunda karena kita belum siap
Mengganti dengan yang lebih baik
Menyimpannya sebagai pahala di akhirat

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو اللَّهَ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ

“Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus silaturahmi, kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga: dikabulkan segera, disimpan untuk akhirat, atau dijauhkan dari keburukan.”
(HR. Ahmad)

Jamaah yang dirahmati Allah,
Ramadhan mungkin akan berlalu, tetapi doa-doa kita sedang dicatat.
Air mata yang jatuh di sepertiga malam,
bisikan lirih saat berbuka,
dan harapan yang dipendam dalam sujud,
semuanya tidak pernah sia-sia.

Jangan lelah berdoa,
jangan bosan berharap,
karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.

Semoga Ramadhan ini menjadikan kita hamba-hamba yang dekat dengan Allah lewat doa-doa yang tulus.

اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ دُعَاءَنَا فِيْ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَاغْفِرْ ذُنُوْبَنَا، وَاقْضِ حَوَائِجَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ.

Menu Aksi

Generate PDF

Butuh referensi lain?

Lihat Arsip Khutbah